Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Selasa, 18 Oktober 2011

Salmonellosis, Penyakit Menular pada Daging, Telur dan Susu

Menjelang lebaran khususnya pada bulan Ramadhan di beberapa pasar tradisional maupun supermarket terjadi operasi terhadap para pedagang yang melakukan penjualan daging ayam, telur dan susu yang tidak memenuhi persyaratan untuk dikonsumsi.
Hal ini disadari oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk melindungi terhadap konsumen agar mereka tidak mengkonsumsi pangan yang tidak memenuhi kesehatan, sebab banyak penyakit hewan/ternak yang dapat menular pada manusia, di antaranya salmonellosis.


Salmonellosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri genus Salmonella sp, yaitu bakteri gram negatip berbentuk batang dengan ukuran 0,7 -1-5 um, dan tidak membentuk spora, bersifat anaerobik fakultatif yang menyerang hewan dan atau manusia. Oleh karena itu boleh dikatakan apabila salmonellosis merupakan salah satu penyakit zoonosis.

Penyakit tersebut dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau karena kontak langsung dengan hewan atau manusia yang terinfeksi, sehingga dapat digolongkan dalam Foodborne disease. Terdapat 3 spesies utama yaitu S.typhi, S.cholerasuis dan enteritidis. Spesies S.typhi dan S.cholerasuis masing-masing terdiri dari l serotipe, dan lebih dari 2000 serotipe lainnya termasuk dalam spesies S.enteritidis.

Kejadian penyakit salmonellosis terjadi hampir di seluruh dunia dengan kerugian yang ditimbulkan pada hewan antara lain terjadinya penurunan produksi, abortus, kematian neonatal, dan pengafkiran bahan makanan yang terkontaminasi.

Ada dua macam salmonellosis, yakni salmonellosis tifoidal dan salmonellosis non tifoidal. Salmonesllosis tifoidal disebabkan oleh s.typhi dan menyebabkan demam tifoid, serta hanya terjadi pada manusia. Sedangkan Salmonellosis non tifoidal disebabkan oleh semua serotipe dalam genus Salmonella, kecuali S.typhi.

Cara Penularan
Tentunya kita akan bertanya bagaimana cara penularan penyakit tersebut? Pada manusia salmonellosis dapat ditularkan melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, terutama telur, daging ayam, susu dan produk pangan asal hewan lainnya. Di samping itu para karyawan yang bekerja pada farm atau kandang ayam dapat tertular penyakit tersebut melalui kotoran (feses) hewan.
Source:www.sinartani.com/27 September 2010

0 komentar:

Posting Komentar

Konten Paling Sering Dikunjungi